Example 728x250

Bupati Darwin Bidik Muna Barat Jadi Sentra Telur Sulawesi Tenggara

FGD Pemda Muna Barat bersama PT Charoen Pokhpand Indonesia. (Publik Reaction/Ist)

MAKASSAR, PUBLIKREACTION.ID – Pemerintah Kabupaten Muna Barat menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk di Kantor PT Charoen Pokphand, Makassar, Rabu, 8 Juli 2026.

FGD ini menjadi langkah awal Pemkab Mubar membangun ekosistem investasi sektor peternakan ayam petelur.

Delegasi Pemkab Muna Barat dipimpin Bupati La Ode Darwin, didampingi Sekda Ibrahim Rasimu, Kadis Peternakan La Samarudin, Kepala Bappeda, Kadis DPMD, Kadis PUPR, Kadis Perindag, Kepala BKPSDM, dan pejabat eselon III.

Dari pihak Charoen Pokphand hadir Regional Head Eastern Indonesia 1 Hadi Widajad, Suhendar, dan Sopyan Haris. Mereka memaparkan proses produksi pakan, analisis investasi, potensi usaha, hingga pola kemitraan.

Hadi Widajad mengapresiasi inisiatif Bupati Muna Barat sebab selama setahun ia bertugas, baru 2 bupati yang mempunyai inisiatif.

“Kami sangat menyambut baik. Selama 1 tahun saya bertugas, baru ada 2 bupati yang punya inisiatif seperti ini, yaitu Bupati Sidrap dan Bupati Muna Barat,” ujarnya.

Ia menyebut tantangan pemenuhan pangan terus naik seiring pertumbuhan penduduk Indonesia 2 juta jiwa per tahun. Karena itu produksi protein hewani harus ditingkatkan.

Suhendar memaparkan peluang besar di Muna. Luas Pulau Muna 36.139,30 km² dengan pertumbuhan penduduk 1,63%. Harga telur di Sultra saat ini Rp34.003/kg.

“Berdasarkan analisis, peluang usaha ayam petelur di Muna Barat masih sangat terbuka dan menjanjikan,” katanya.

Sopyan Haris menekankan kunci sukses investasi ada pada perubahan mindset.
” Yang harus kita bangun adalah perubahan mindset, dari peternak menjadi pengusaha. Ketika masyarakat berorientasi bisnis, usaha peternakan akan berkembang cepat dan berkelanjutan,” ucapnya.

Bupati La Ode Darwin menegaskan komitmen Pemkab menjadikan peternakan sebagai penggerak ekonomi.
” Kehadiran kami bentuk keseriusan membuka peluang investasi. Kami ingin investor dapat kepastian, sementara masyarakat dapat lapangan kerja dan peningkatan pendapatan. Kami tidak ingin masyarakat hanya jadi penonton,” tegas Darwin.

Sekda Ibrahim Rasimu menyebut hasil FGD jadi dasar penyusunan kebijakan investasi. Pemkab akan mempermudah perizinan, dukung infrastruktur, dan tingkatkan SDM.

Kadis Peternakan La Samarudin menambahkan DPKH siap mendampingi dari teknis budidaya, kesehatan hewan, biosekuriti, hingga penguatan kelembagaan peternak.

“Harapan kami, investasi ini melahirkan peternak mandiri. Mubar bisa jadi sentra produksi telur di Sultra,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *