MUNA BARAT, PUBLIK REACTION.ID – Masalah kesuburan tanah masih menjadi penyebab utama produksi padi di Muna Barat belum maksimal. Saat ini hasil dari 1 hektare lahan hanya 1 sampai 3 ton.
Hal itu disampaikan Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, saat Panen Raya bersama penyuluh pertanian dan masyarakat di Desa Lakabu.
“Selama ini kita hanya fokus ke bibit unggul dan alsintan, tapi tidak memperhatikan kondisi tanah atau kesuburan tanaman. Padahal itu berdampak langsung pada hasil produksi,” kata La Ode Darwin. Kamis (2/7/2026).
Ia menyebut, jika pH tanah diperbaiki dan diberi perlakuan pupuk yang tepat, produksi bisa naik hingga 6 ton per hektare. Karena itu, Pemda Muna Barat akan memberikan treatment khusus untuk menaikkan pH tanah di lahan persawahan.
Untuk irigasi di Desa Lakabu masih bagus dan akan diperbaiki saluran yang mengalami kerusakan. Sementara lahan yang tidak terjangkau air akan dibantu irigasi air tanah dan program perpompaan dari Kementerian Pertanian. Evaluasi akan dilakukan bersama Dinas Pertanian.
Pemda juga akan memetakan seluruh lahan sawah di Muna Barat untuk mengidentifikasi masalah kesuburan.
Di sisi pasca panen, Pemda bersama Bulog akan membangun gudang dan menyediakan alat pengering gabah. Langkah itu diambil karena proses pengeringan selama ini belum maksimal.
“Saya berpesan kepada petani untuk tetap semangat. Pemda Muna Barat akan selalu hadir mencari solusi agar produksi maksimal dan kesejahteraan petani meningkat,” pungkasnya.














