MUNA BARAT, PUBLIKREACTION.ID – Dapur SPPG Kecamatan Sawerigadi akui belum siap sediakan menu MPASI untuk balita 0-2 tahun. Ahli Gizi La Ode Muhammad Sukri Yusuf menyebut kendala higienitas dan sterilisasi jadi alasan, sehingga MBG untuk balita difokuskan lewat asupan ibu menyusui.
Ahli Gizi Dapur SPPG Kecamatan Sawerigadi, La Ode Muhammad Sukri Yusuf mengatakan sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait menu seusai Ramadhan yakni tidak dianjurkan lagi untuk menyediakan menu kering.
Maka pihaknya kembali menyediakan menu basah yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur-sayuran, buah-buahan. Kemudian di tengah lonjakan harga seperti telur sehingga saat ini kombinasi menu telur yakni sebanyak 2-3 kali seminggu diselingi dengan ikan dan daging.
Kemudian terkait beras. Sebelumnya pihak SPPG Sawerigadi menggunakan beras yang diambil dari petani lokal yang berjenis beras curah, setelah mendapat teguran dari Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka sehingga pihaknya telah mengganti beras premium sesuai arahan
Tak hanya itu, untuk makanan bagi 3B, pihaknya masih kesulitan dalam penyesuaian makanan bagi balita atau MPASI.
“Kita belum terlalu siap untuk pelayanan sesuai karakteristik MPASI karena harus disesuaikan dengan hiegin sanitasi dan memang harus steril,” ujar Sukri.
Untuk itu, pihak SPPG ketika memberikan MBG ke balita 0-2 tahun, menunya fokus pada ibu menyusui sehingga asupan makanan balita didapatkan dari ibu yang bersangkutan.














