BALIKPAPAN, PUBLIREACTION.ID – Mendapatkan kesempatan mendirikan stand di expo HUT ke-45 Dekranas, tenunan dan kerajinan Muna Barat dipromosikan dan booming ke pelosok tanah air.
Kegiatan HUT Dekranas tersebut dilaksanakan mulai 9-10 Juli 2025 di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Dalam kegiatan itu seluruh tak seluruh kabupaten/kota mendapatkan kesempatan mendirikan expo, salah satunya Provinsi Sulawesi Tenggara hanya mendapatkan dua stand kerajinan yaitu Kota Kendari, Kabupaten Muna Barat, serta 15 kabupaten/kota lainnya bergabung di stand Provinsi Sulawesi Tenggara.
Ketua Dekranasda Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin mengatakan kegiatan tersebut menjadi ajang promosi untuk hasil tenunan dan kerajinan Muna Barat ke daerah lain sehingga hasil tenunan Muna Barat tidak hanya stagnan dikenal di wilayah Bumi Anoa dan sekitarnya.
“Dekranasda Muna Barat terus berkomitmen untuk memboomingkan hasil tenunan dan kerajinan hingga kancah nasional bahkan ke kancah Internasional,” ujarnya, Kamis (10/7/2025).
Ia mengatakan, tenunan yang dipamerkan di ajang tersebut yaitu bertema hasil kekayaan alam sebagaimana ciri khas Muna Barat sebagai daerah kepulauan, misalnya tenunan motif kepiting, lobster, Kenta nedole (ikan), kelapa, potobo serta lainnya.
Sementara kerajinan yang dipamerkan berupa hasil tangan yang diolah dari batok kelapa, bambu, serta hasil kekayaan yang memang khas lokal.
Ia mengapresiasi semangat kerja tim Dekranasda Muna Barat yang terus mempromosikan hasil tenunan dan kerajinan tersebut sebagai wujud dukungan bagi penenun dan pengrajin yang ada di daerah dengan memberikan wadah pasar agar hasil kerajinan itu dapat dikenal.
Sementara itu, Sekretaris Dekranasda Muna Barat, Wa Ode Siti Hamzia mengatakan di ajang expo HUT ke-45 Dekranas itu banyak pengunjung dari daerah lain yang membeli tenunan khas Muna Barat.
“Tenunan yang kerap digandrungi yaitu motif kepiting, misalnya desainer Didiet Maulana juga ambil tenunan motif itu,” ujarnya.
Tak hanya desainer yang mengunjungi stand tetapi berasal dari daerah lain seperti Konawe Utara, Kolaka Utara, Aceh, Jawa Tengah, dan lainnya yang datang melihat tenunan khas Muna Barat.
Penulis: Putri














